berita
BENCANA GEOLOGI ANTISIPASI DINI DI WILAYAH DIY

BENCANA GEOLOGI ANTISIPASI DINI DI WILAYAH DIY

BENCANA GEOLOGI Karena kurangnya persiapan pada tahap ini, langkah-langkah manajemen bencana selanjutnya, dari saat bencana terjadi hingga setelahnya, menjadi sulit untuk dilaksanakan. Dr. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, mengungkapkan hal ini dalam sebuah rilis yang diterbitkan oleh Humas UGM pada Senin, 3 Januari 2005. Menurutnya, langkah-langkah untuk mencegah atau meminimalkan korban dan kerugian harus dilakukan sebelum bencana terjadi.

Berdasarkan penelitian tersebut, disusunlah peta rekomendasi untuk pengembangan wilayah pantai selatan yang kemudian diserahkan kepada instansi terkait. Namun, upaya ini perlu diikuti dengan sosialisasi, penerapan peraturan, pelatihan masyarakat, pemantauan, dan penggunaan teknologi peringatan dini. Namun, masih ada sebagian masyarakat, terutama dari kota, yang beraktivitas atau bahkan membangun perumahan di daerah rentan bencana.

Upaya ini harus diikuti dengan serangkaian tindakan lanjutan untuk memastikan keberhasilannya. Salah satunya adalah sosialisasi, yang bertujuan untuk menyebarkan informasi tentang daerah-daerah rentan BENCANA GEOLOGI kepada masyarakat secara luas. Selain itu, penerapan peraturan yang ketat dalam pembangunan di daerah-daerah tersebut juga menjadi hal yang penting.

Selanjutnya, pelatihan kepada masyarakat juga diperlukan. Pelatihan ini meliputi pemahaman akan risiko bencana, cara menghadapi situasi darurat, dan keterampilan bertahan hidup. Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana dan mengurangi risiko cedera atau kehilangan jiwa.

Pemantauan terus-menerus terhadap kondisi daerah rentan bencana juga menjadi hal yang penting. Melalui pemantauan ini, dapat dideteksi adanya gejala awal bencana sehingga langkah-langkah pengamanan dan evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada sebagian masyarakat yang tidak mengindahkan informasi atau rekomendasi mengenai daerah rentan bencana. Terutama masyarakat dari kota yang seringkali tidak memahami betapa berbahayanya membangun perumahan di daerah tersebut. Mereka mungkin terlalu fokus pada keuntungan ekonomi atau kenyamanan tanpa memperhatikan risiko yang ada.