berita
DOSEN FT UGM RANCANG ALAT TERAPI KEJANG LISTRIK

DOSEN FT UGM RANCANG ALAT TERAPI KEJANG LISTRIK

Dosen FT dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ir. Sunarno, M.Eng, Ph.D baru-baru ini berhasil mengembangkan alat terapi kejang listrik berbasis mikrokontroler AT89C52. Menurut beliau, alat terapi kejang listrik yang sudah ada saat ini masih menggunakan komponen analog dan digital yang banyak, menyebabkan beberapa kelemahan seperti toleransi penyimpangan yang besar, parameter terapi yang tidak lengkap, dan harga yang tinggi karena kebanyakan merupakan produk impor. Selain itu, bentuknya yang besar membuatnya tidak mudah dibawa-bawa dan sulit dioperasikan.

Dalam mengatasi kendala tersebut, Dosen FT Ir. Sunarno dari Jurusan Teknik Fisika FT UGM mencoba merancang alat terapi kejang listrik berbasis mikrokontroler AT89C52. Harga yang lebih terjangkau juga menjadi salah satu kelebihannya. Hal ini menandakan bahwa alat terapi kejang listrik buatan Ir. Sunarno dapat bekerja secara optimal dan dapat digunakan untuk terapi pasien dengan hasil yang memuaskan.

Selain itu, keberhasilan Ir. Sunarno juga mencerminkan pentingnya peran para peneliti dan akademisi dalam mendorong inovasi teknologi di bidang kesehatan. Kolaborasi antara dunia akademis, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui publikasi dan penyebaran informasi tentang alat terapi kejang listrik buatannya, Ir. Sunarno juga berpotensi untuk menginspirasi generasi muda untuk tertarik pada bidang ilmu teknik dan kesehatan. Dengan demikian, akan tercipta lebih banyak inovator dan peneliti muda yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi di Indonesia.

Selain itu, keberhasilan Ir. Sunarno dalam mengembangkan alat terapi kejang listrik juga menegaskan pentingnya dukungan dan fasilitasi dari pemerintah dalam pengembangan teknologi di Indonesia. Dengan demikian, pengembangan alat terapi kejang listrik buatan Ir. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berdaya saing dalam pengembangan teknologi medis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.